Jenis zakat dan kadar penghitungannya

>Islam
>Merdeka
>Berakal dan baligh
*>Hartanya memenuhi nisab _(zakat Mal dan sejenisnya)_

Seorang muslim yang mampu secara ekonomi wajib menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan sendiri. Hukum zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab.

1. Zakat Fitrah
-Zakat Fitrah Berupa Beras
Zakat Fitrah per orang = 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok disesuaikan dgn culture/kebiasaan (beras, gandum dsb).

2. Zakat Profesi/Pekerjaan
Hukum zakat penghasilan berbeda pendapat antar ulama fiqih. Mayoritas ulama mazhab empat tidak mewajibkan zakat penghasilan pada saat menerima kecuali sudah mencapai nisab dan sudah sampai setahun (haul), namun para ulama mutaakhirin seperti Syekh Abdurrahman Hasan, Syekh Muhammad Abu Zahro, Syekh Abdul Wahhab Khallaf, Syekh Yusuf Al Qardlowi, Syekh Wahbah Az-Zuhaili, hasil kajian majma' fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 menegaskan bahwa zakat penghasilan itu hukumnya wajib.
Jika kita mengikuti pendapat ulama yang mewajibkan zakat penghasilan, lalu bagaimana cara mengeluarkannya? 

Ada 3 cara menghitung zakat profesi/pekerjaan:
1. Diqiaskan dengan zakat uang sepenuhnya.
- Pengeluaran bruto, yaitu mengeluarkan zakat penghasilan kotor. Artinya, zakat penghasilan yang mencapai nisab 85 gr emas dalam jumlah setahun, dikeluarkan 2,5 % langsung ketika menerima sebelum dikurangi apapun. Jadi kalau dapat gaji atau honor dan penghasilan lainnya dalam sebulan mencapai 6.600.000 rupiah x 12 bulan = Rp. 79,200,000 , berarti dikeluarkan langsung 2,5 dari 6.600.000 tiap buan = Rp.165.000 atau dibayar di akhir tahun = 1.980.000

2. Diqiaskan dengan zakat hasil tani sepenuhnya, Dipotong operasional kerja, yaitu setelah menerima penghasilan gaji atau honor yang mencapai nisab, maka dipotong dahulu dengan biaya operasional kerja. Contohnya, seorang yang mendapat gaji 6.600.000 rupiah sebulan, dikurangi biaya transport dan konsumsi harian di tempat kerja sebanyak 1000.000, sisanya 5.600.000. maka zakatnya dikeluarkan 2,5 dari 5.600.000= 140.000,- setiap menerima gaji.

3. Memakai qias kemiripan dengan zakat uang dan hasil tani.
Pengeluaran neto atau zakat bersih, yaitu mengeluarkan zakat dari harta yang masih mencapai nisab setelah dikurangi untuk kebutuhan pokok sehari-hari, baik pangan, papan, hutang dan kebutuhan pokok lainnya untuk keperluan dirinya, keluarga dan yang menjadi tanggungannya. Jika penghasilan setelah dikurangi kebutuhan pokok masih mencapai nisab, maka wajib zakat, akan tetapi kalau tidak mencapai nisab ya tidak wajib zakat, karena dia bukan termasuk muzakki (orang yang wajib zakat) bahkan menjadi mustahiq (orang yang berhak menerima zakat)karena sudah menjadi miskin dengan tidak cukupnya penghasilan terhadap kebutuhan pokok sehari-hari.

*_seorang yang mendapatkan penghasilan halal dan mencapai nisab (85 gr emas) wajib mengeluarkan zakat 2,5 %, boleh dikeluarkan setiap bulan atau di akhir tahun._*

4. Zakat Mal (harta)
Zakat maal berlaku untuk harta kekayaan yang dimiliki seorang muslim.
Harta yang wajib dibayarkan zakat maal: emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha dan harta temuan. Masing-masing memiliki nisab dan rumus mengeluarkan zakat yang berbeda.

a. Nisab Emas
Nisab emas sebanyak 20 dinar. 1 dinar = 4,25 gram emas. Jadi 20 dinar = 85 gram emas murni. Dari nisab tersebut, diambil 2,5%.
Misal : ujang memiliki emas sebanyak 87 gram, maka yg harus dikeluarkan 87gram X 2,5% = 21, 75 gram atau uang seharga itu.

b. Nisab Perak
Nisab perak adalah 200 dirham. 1 dirham = 595 gram, dari nisab tersebut diambil 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.

c. Nisab Barang Dagangan
Nisab dan ukuran zakat barang dagangan sama dengan nisab dan ukuran zakat emas. setelah dihitung modal + keuntungan - hutang.

c. Nisab Hasil Pertanian
Nisab hasil pertanian adalah 5 wasaq atau 900 kg. Bila pertanian itu menggunakan alat penyiram tanaman, maka zakatnya sebanyak 5%. Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan, maka zakatnya sebanyak 10%. Misalnya: Seorang petani hasil panennya sebanyak 1000 kg. Maka zakat yang dikeluarkan bila dengan alat siram tanaman adalah 1000 x 5% = 50 kg, bila tadah hujan, sebanyak 1000 x 10% = 100 kg.

d.Nisab Harta Karun
Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nisab dan haul, sebesar 20%.

e. nisab harta kekayaan
setelah masing2 dibayarkan zakatnya dihitung kembali keseluruhan aset kekayaan untuk zakat mal yg meliputi keseluruhan aset kekayaan.

Batas nisab 85 gram emas,
Zakat Maal = 2,5% X Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun.
Misal: boby punya tabungan Rp100 juta rupiah, deposito Rp200 juta rupiah, rumah kedua yang dikontrakkan senilai Rp500 juta rupiah dan emas perak senilai Rp200 juta rupiah. Total harta yang dimiliki Rp1 miliar rupiah. Semua harta sudah dimiliki sejak 1 tahun yang lalu.

Misal : harga 1 gram emas sebesar Rp926.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp78,710,000,- Karena harta boby lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat maal sebesar Rp1 miliar X 2,5% = Rp25 juta rupiah per tahun.

Setiap harta yang dimiliki tidak semata-mata miliki pribadi seutuhnya, sebab terdapat hak orang lain di dalamnya yang harus dikeluarkan. Maka, mulailah sadarkan diri untuk berzakat agar harta yang dimiliki menjadi bersih dan hidup penuh dengan keberkahan.

_*untuk zakat mal bab binatang ternak sengaja saya tdk tulis*_

Categories: 
mdti - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.