Jadilah Suci

Avatar humas tasbih

Kita tengah mengingat Allah dan tempat ini menjadi penuh dengan para Malaikat yang mengingat Allah pula hingga Hari Kiamat.
لا يقعد قوم يذكرون الله إلا حفتهم الملائكة ، وغشيتهم الرحمة ، ونزلت عليهم السكينة ، وذكرهم الله فيمن عنده
Tidaklah sekelompok orang duduk untuk mengingat Allah, melainkan para Malaikat akan mengelilingi mereka dan mereka akan diselimuti kasih sayang, dan ketenangan akan turun pada mereka dan Allah akan mengingat mereka sebagai orang-orang yang bersama-Nya. (HR. Muslim)

Allah akan menyebut nama-nama kita di hadapan para Malaikat-Nya, “Hamba-hamba ini duduk, membaca shalawat atas Nabi (SAW) dan berdzikir serta beristighfaar.” Orang-orang di segenap penjuru dunia datang untuk duduk berdzikir agar diselimuti dengan kasih sayang Allah dan Nabi-Nya (SAW). Itulah yang kalian tinggalkan di tempat itu, sebagaimana kisah Sayyidah Maryam ‘alayhassalaam: kapanpun Sayyidina Zakariyya ‘alayhissalam datang mengunjungi Sayyidah Maryam dalam khalwatnya di mihrabnya, beliau akan menemukan rizqi berupa buah-buahan dan segala sesuatu di meja Sayyidah Maryam yang ia terima dari para Malaikat.
كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh [makanan] ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Surat Ali ‘Imraan, 3:37)

Qaala anna laki haadzaa, yaa Maryam. Sayyidina Zakariya (a.s.) bertanya, “Darimana rezeki ini datang kepadamu, wahai Maryam? Engkau tidak membelinya, darimana engkau mendapatkannya?” Maryam tidak menjawabnya, namun Sayyidina Zakariyya bersikeras bertanya, “Dari mana ini semua?” dan Sayyidah Maryam menjawab, “‘min ‘indiLlah (dari sisi Allah), Allah mengirimkannya untukku.” Allah mengirimkan buah-buahan dan makanan, jasmani dan ruhani, kepada hamba-hamba-Nya ketika mereka duduk untuk mengingat-Nya. Kapanpun Sayyidina Zakariyya datang mengunjungi Maryam di mihrabnya, ia tengah berdoa sepanjang waktu, dan tempat itu pun menjadi suci dan Allah memberi tanpa menghitung. Jadi, Sayyidina Zakariyya melihat nuur, cahaya para Malaikat datang ke mihrab Maryam. Maryam melakukan dzikir dan para Malaikat berdatangan lebih banyak lagi, seterusnya hingga Hari Kiamat. Mereka datang dalam lingkaran-lingkaran [membentuk lapisan-lapisan kolom melingkar, bertumpuk satu di atas yang lain] meninggi dan meninggi, hingga ke Surga. Inilah aqidah kita, bahwa Allah dapat menciptakan apapun!

Jadi Allah mengubah mihrab Maryam menjadi suatu tempat suci, kemudian bagaimana dengan dia? Tentu dia haruslah menjadi seorang Siddiqah, seseorang yang terpercaya: Allah mempercayakan pada Maryam untuk mengingat-Nya dan ia melakukannya. Qul i’maluu, “Katakan! Lakukanlah!” dan ia melakukannya sesuai kehendak Allah. Jadi, Sayyidina Zakariyya ‘alayhissalam melihat hal itu dan beliau tengah memohon sesuatu selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan jawabannya sampai beliau berbicara dengan Maryam dan Maryam mengatakan pada beliau, “Allah mengirimkan padaku rezeki,” dan Sayyidina Zakariya pun menyadari bahwa tempat di mana Maryam menerima rezekinya adalah tempat untuk memanjatkan doa. Beliau pun kembali ke mihrab Maryam, berdiri di sana dan memanjatkan doa, memohon Allah (SWT) untuk mengabulkan apa yang beliau inginkan, seorang anak. Saat itu umur beliau adalah 99 tahun, dan isteri beliau pun 90 tahun dan mereka menginginkan seorang anak. Kemudian Allah mengirimkan Malaikat Jibril ‘alayhissalam kepada Sayyidina Zakariyya ‘alayhissalam:
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
Ia berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai". (QS. Maryam, 19:4-6)

Di mihrab itulah, Sayyidina Zakariyya (a.s.) memohon kepada Allah (SWT), “Yaa Rabbii! Wahai Allah, berikanlah padaku seorang anak.” Sayyidina Jibril ‘alayhissalam datang dan memberikan pada beliau sepotong kayu kering dari tanah dan berkata, “Allah akan memberimu seorang anak. Sebagaimana potongan kayu ini kering, Allah akan meremajakanmu dan istrimu kembali serta mengaruniakanmu seorang anak.” Dan potongan kayu itu segar kembali dan menumbuhkan dedaunan dan Jibril ‘alayhissalam berkata, “Sebagaimana Allah menghidupkan potongan kayu mati ini kembali, Allah akan mengembalikan dirimu dan istrimu kepada kehidupan (keremajaan), insya-Allah malam ini kalian akan mendapatkan seorang anak.” Dan allah pun mengaruniakan pada beliau seorang anak.

Hikmahnya di sini adalah bukan hanya Allah telah menjadikan mihrab itu suci, tetapi Ia SWT juga telah menjadikan Sayyidah Maryam ‘alayhassalam seorang yang suci dan itu berarti Allah akan menjadikan suci siapapun yang duduk dalam lingkaran dzikir (halaqah dzikir) untuk mengingat-Nya. Pada saat kalian shalat, kalian menjadi suci dan kesucian itu akan bersamamu hingga Hari Kiamat. Jika kalian melakukan dzikir satu kali, kalian menjadi suci pada tingkatan itu.

Jika kalian melakukan zikir setiap minggu atau setiap hari, kalian akan mengumpulkan lebih banyak dan lebih banyak lagi tingkat kesucian itu, dan pada Hari Kiamat kalian akan menjadi seperti sebuah bintang di kegelapan malam. Nabi (SAW) dan seluruh orang-orang yang tak beriman akan melihat ke Ummah ini dan melihat mereka bersinar bagaikan bintang-gemintang dengan cahaya kesucian tadi. Kapanpun Ummah ini mengucapkan, “Allahu Akbar!” dan memulai Shalat, Allah mengubah mereka menjadi laki-laki dan perempuan suci.

Mawlana Syaikh Hisham Kabbani

Categories: 
mdti - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.